KPK CHINA TIDAK MENGHUKUM MATI PARA KORUPTOR

berita, berita harian, berita terkini, berita terbaru, berita hari ini, berita indonesia, berita terpopuler, info terkini, info artis, berita artis, berita popular, info terpercaya, info berita, berita unik, liputan khusus, Kesehatan

China lebih fokus ke pencegahan korupsi dari pada memberantas korupsi

berita, berita harian, berita terkini, berita terbaru, berita hari ini, berita indonesia, berita terpopuler, info terkini, info artis, berita artis, berita popular, info terpercaya, info berita, berita unik, liputan khusus, Kesehatan

Tembak mati koruptor di negara China

M11News – Demi menekan angka korupsi, China gencar meningkatkan pencegahan ketimbang penindakan. National Berau of Corruption Prevention (NBCP) China bahkan tak mengutamakan memberlakukan hukuman mati bagi koruptor.

“Tiongkok dalam pemberantasan korupsi tak utamakan hukuman mati. Hukuman itu prosesnya hukum termasuk juga PK (peninjauan kembali) amat sangat ketat, maka lebih konsentrasi bangun langkah pencegahannya,” kata wakil kepala NBCP Liu Jianchao disaat berkunjung ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Senin (19/9).

Oleh makanya, dgn Komisi Pemberantasan Korupsi NBCP dapat laksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding terhadap awal thn 2017. Poin yg dapat diterapkan dalam MoU kelak di antaranya saling bertukar kabar modal koruptor antara Indonesia dgn China, saling betukar pengalaman, & jalankan perjanjian ekstradisi.

“Kami sempat mengalami pengalaman di Tiongkok & itu dapat dibagi ke Indonesia,” menurutnya.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo juga menyongsong baik undangan NBCP itu. Agus menginginkan adanya penandatanganan MoU kelak di inginkan mampu menekan angka korupsi bagi ke-2 negeri.

“Kerja sama dapat berkaitan beberapa perihal kami harapkan. Mampu saling bertukar info, ubah pengalaman pencegahan. Kerja sama utk masalahnya sama bisa jadi ada saja koruptor Tiongkok lari ke Indonesia demikian pula sebaliknya, detect asset mereka (koruptor) setelah itu mengembalikan tersangka ke asal negaranya,” papar Agus menimpali.